LIPUTANBEKASI.COM - Siapa sih yang tak mengenal girl group asal Korea Selatan satu ini, ya, Blackpink! The Biggest Girl Group of K-Pop in The World!
Blackpink mendongkrak panggung K-Pop dengan cara berbeda, mereka berhasil eksis di industri musik selama 6 tahun.
Sejak awal masa debut, member Blackpink pun masih setia dengan formasi awalnya, yaitu Lisa, Jennie, Rose, dan Jisoo.
Girl Group Blackpink sering sekali dikritik oleh penggemar atau fans fanatiknya soal alasan mereka yang jarang banget comeback.
Sebenarnya yang melakukan strategi merilis lagu setahun sekali seperti itu hanyalah Blackpink dan Red Velvet (itupun karena force majeur).
Selebihnya banyak musisi berbakat di Korea Selatan sering merilis lagu dalam setahun untuk memberikan kegembiraan kepada penggemar dan juga pundi-pundi keuntungan pastinya.
Alasan Blackpink jarang comeback juga karena hanya Teddy Park yang mampu membuatkan lagu untuk Blackpink.
Kualitas menjadi hal yang paling penting sehingga proses seleksi di dalam YG Entertainment cenderung sulit.
Apalagi Teddy Park punya agensi sendiri (Black Label) dimana dirinya juga perlu simpan lagu berkualitas tinggi untuk girl grup barunya.
Bandingkan saja dengan kompetitornya seperti TWICE, IVE bahkan LE SSERAFIM yang dapat merilis dua hingga tiga album sekaligus dalam setahun.
Kebanyakan dari mereka memberikan kebebasan kepada member dan produser dari luar perusahaan untuk buatkan lagu.
Disitu akhirnya pilihannya semakin banyak dan mereka bisa memproduksi lagu dalam tempo yang lebih cepat.
YG Entertainment terlalu bergantung dengan Teddy Park, dan juga terlalu selektif sehingga kita bisa melihat Blackpink hingga tulisan ini dibuat hanya punya 32 lagu saja.
Kita bisa bandingkan dengan kompetitor terdekatnya yaitu TWICE bahkan sudah punya 167 lagu sedangkan Red Velvet punya 118 lagu.
Sangat disayangkan potensi grup seperti Blackpink tak dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak produktif hingga masa kontrak yang sudah mendekati batas akhir.